Dialog-Antar Agama

I. Agama Islam

1. Sejarah

Ketika Muhammad berusia 40 tahun, ia mulai mendapatkan wahyu yang disampaikan Malaikat Jibril, dan sesudahnya selama beberapa waktu mulai mengajarkan ajaran Islam secara tertutup kepada para sahabatnya. Setelah tiga tahun menyebarkan Islam secara sembunyi-sembunyi, ia akhirnya menyampaikan ajaran Islam secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekkah, yang mana sebagian menerima dan sebagian lainnya menentangnya. Kaum Quraisy yaitu penyembah berhala melakukan diskriminasi kepada orang Islam yang cenderung miskin.

Pada tahun 622 Masehi, Muhammad dan pengikutnya berpindah ke Madinah. Peristiwa ini disebut Hijrah, peristiwa itu menjadi tahun 0 dalam kalender Islam. Di Madinah, Muhammad dapat menyatukan orang-orang anshar (kaum muslimin dari Madinah) dan muhajirin (kaum muslimin dari Mekkah), sehingga umat Islam semakin menguat. Dalam setiap peperangan yang dilakukan melawan orang-orang kafir, umat Islam selalu mendapatkan kemenangan. Dalam fase awal ini, tak terhindarkan terjadinya perang antara Mekkah dan Madinah.

Ketika Muhammad wafat, hampir seluruh Jazirah Arab telah memeluk agama Islam.

2. Ajaran:

Lima Rukun Islam:

  1. Mengucapkan 2 Kalimat Syahadat
  • Syarat masuk Islam, mengucapkan dengan hati yang tulus
  • ʾašhadu ʾal lā ilāha illa l-Lāh (Saya bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah)
  • wa ʾašhadu ʾanna muḥammadar rasūlu l-Lāh (dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.)
  1. Salat 5x Sehari
  • Berdoa sambil menghadpa ke Mekah
  • Harus melakukan “pembersihan” sebelumnya, lingkungan suci
  • 5 waktu Islam:

                                              i.         Isya (jam 7 malam)

ii.         Subuh (jam 4 pagi)

iii.         Zuhur (jam 12 siang)

iv.         Ashar (jam 3 sore)

v.         Maghrib (jam 6 sore)

  1. Puasa
  • Wajib bagi yang sudah kuat
  • Dari subuh-maghrib
  • Pengolahan batin, Berakhir di Idul Fitri
  1. Membayar Zakat
  • Aksi menyumbang – wajib
  1. Menunaikan Ibadah Haji
  • Wajib, jika mampu fisik dan finansial
  • Pada tanggal 8 Zulhijah (bulan 12)
  • Umroh: kecil, bebas kapan saja

Enam Rukun Iman:

  1. Iman kepada Allah
  2. Iman kepada malaikat Allah
  3. Iman kepada Kitab Allāh (Al-Qur’an, Injil, Taurat, Zabur dan suhuf)
  4. Iman kepada nabi dan rasul Allah
  5. Iman kepada hari kiamat
  6. Iman kepada Takdir

3. Fakta Lainnya

  • Al-Quran dalam bahasa Arab karena untuk menjaga kemurnian ajaran yagn disampaikan oleh Nabi Muhammad
  • Muslim: seseorang yang tunduk kepada Tuhan
  • Islam dibagi menjadi syiah dan sunni
  • Syiah percaya bahwa Keluarga Muhammad lah  sumber pengetahuan terbaik tentang Qur’an dan Islam, guru terbaik tentang Islam setelah Nabi Muhammad, dan pembawa serta penjaga tepercaya dari tradisi Sunnah
  • Sedangkan sunni adalah mereka yang senantiasa tegak di atas Islam berdasarkan Al Qur’an dan hadits yang shahih dengan pemahaman para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in -> dulunya mereka memilih Abu Bakar sebagai khalifah

II. Agama Buddha

1. Sejarah

  • Siddharta Gautama lahir di sebuah keluarga kerajaan di India, di mana ia diramalkan akan menjadi raja besar atau guru spiritual besar. Kalau ia melihat orang sakit, tua, miskin, dan seorang pertapa. Sehingga sang raja menyignkirkan segala bentuk penderitaan sehinga sang pangeran hanya mengetahui kenikmatan duniawi
  • Pada suatu malam, Pangeran Siddharta memutuskan untuk meninggalkan istananya dan dengan ditemani oleh kusirnya, Canna. Tekadnya telah bulat untuk melakukan Pelepasan Agung dengan menjalani hidup sebagai pertapa.
  • Setelah itu Pangeran Siddhartha meninggalkan istana, keluarga, kemewahan, untuk pergi berguru mencari ilmu sejati yang dapat membebaskan manusia dari usia tua, sakit dan mati. Kemudian beliau bertapa menyiksa diri dengan ditemani lima orang pertapa. Akhirnya beliau juga meninggalkan cara yang ekstrem itu dan bermeditasi di bawah pohon Bodhi untuk mendapatkan Penerangan Agung.

2. Ajaran 

Karma

  • how all of one’ actions will have a corresponding result
  • phenomena arise as the result of multiple causes and conditions
  • Karma is one particular instance of the natural causal laws that operate throughout the universe where, according to Buddhism, things and events come into being purely as a result of the combination of causes and conditions.
  • Karma, then, is an instance of the general law of causality
  • Seed and fruit

Reinkarnasi

  • Dalam agama Buddha dipercayai bahwa adanya suatu proses kelahiran kembali (Punabbhava). Semua makhluk hidup yang ada di alam semesta ini akan terus menerus mengalami tumimbal lahir selama makhluk tersebut belum mencapai tingkat kesucian Arahat. Alam kelahiran ditentukan oleh karma makhluk tersebut; bila ia baik akan terlahir di alam bahagia, bila ia jahat ia akan terlahir di alam yang menderitakan. Kelahiran kembali juga dipengaruhi oleh Garuka Kamma yang artinya karma pada detik kematiannya, bila pada saat ia meninggal dia berpikiran baik maka ia akan lahir di alam yang berbahagia, namun sebaliknya ia akan terlahir di alam yang menderitakan, sehingga segala sesuatu tergantung dari karma masing-masing.
  • Samsara is the continual repetitive cycle of birth and death that arises from ordinary beings’ grasping and fixating on a self and experiences. Specifically, samsara refers to the process of cycling through one rebirth after another within the six realms of existence. Each of these six realms can be understood as a physical realm or a psychological state characterized by a specific type of suffering.

Dukkha (Penderitaan)

Empat Kebenaran itu adalah:

  1. Kesunyataan tentang adanya Dukkha (Dukkha)
  • Penderitaan Biasa (Dukkha-Dukkha), misalnya sakit flu, sakit perut, sakit gigi, dan sebagainya.
  • Penderitaan karena Perubahan (Viparinama-Dukkha), misalnya berpisah dengan yang dicintai, berkumpul dengan yang dibenci, tidak tercapai apa yang diinginkan, sedih, ratap tangis, putus asa, dan sebagainya.
  • Penderitaan karena memiliki Badan Jasmani (Sankhara-Dukkha), yaitu penderitaan karena kita lahir sebagai manusia, sehingga bisa mengalami sakit flu, sakit gigi, sedih, kecewa, dan sebagainya.
  1. Kesunyataan tentang sebab Dukkha (Dukkha Samudaya)
  • Ketiga macam penderitaan di atas tentu tidak muncul begitu saja, tetapi karena ada sebab yang mendahului, BUKAN asal mula. Karena disebut dengan SEBAB, maka hal itu tidak dapat diketahui awal dan akhirnya
  1. Kesunyataan tentang lenyapnya Dukkha (Dukkha Niroda)
  • Kebahagiaan akan dicapai manakala ia terbebas dari penderitaan itu. Kebahagiaan ini adalah kebahagiaan sejati, di mana tidak akan diketahui ke mana perginya seseorang yang telah bebas dari derita batin dan jasmani. Inilah kebahagiaan Nibbana. Kebahagiaan yang dapat dicapai BUKAN setelah meninggal dunia saja, tetapi juga ketika masih hidup di dunia ini.
  • Nibbana bukanlah suatu tempat, melainkan keadaan di mana seseorang mempunyai pikiran yang sangat jernih yang telah terbebas dari sifat serakah, benci, dan gelap batin. Ia dapat mencapainya ketika masih memiliki badan jasmani. Sebagaimana perjuangan Pangeran Siddhartha untuk mencari jalan keluar dari fenomena usia tua, sakit dan kematian hingga menjadi Buddha, maka seperti itulah seseorang dengan sekuat tenaganya sendiri berusaha mengikis habis sifat-sifat jahat yang ada dalam dirinya, mengikis habis ego dalam dirinya, mengikis habis nafsu-nafsu indera, dan memunculkan kebijaksanaan paling tinggi dalam kehidupannya dan menjadikan dirinya sendiri sebagai Orang Suci meskipun masih bergaul dengan banyak orang dan berpenghidupan di masyarakat luas. Kelak ketika ia meninggal dunia, maka tidak akan ada lagi orang yang mengetahui ke mana ia pergi, karena Nibbana bukanlah suatu tempat
  1. Kesunyataan tentang jalan berunsur 8 menuju akhir Dukkha (Dukkha Nirodha Gamini Patipada Magga)
  • Pengertian Benar (sammä-ditthi)
  • Pikiran Benar (sammä-sankappa)
  • Ucapan Benar (sammä-väcä)
  • Perbuatan Benar (sammä-kammanta)
  • Pencaharian Benar (sammä-ajiva)
  • Daya-upaya Benar (sammä-väyäma)
  • Perhatian Benar (sammä-sati)
  • Konsentrasi Benar (sammä-samädhi)

3. Fakta Lainnya

  • Theravada: Sri Lanka, Asia Tenggara, Sanskerta
  • Mahayana: Asia Timur, bahasa Mandarin
  • Waisak: Memperingati kelahiran, penerangan, dan kematian Siddharta Gautama

III. Katolik dan Kristen Protestan

1. Sejarah

  1. Pentakosta: lahirnya Gereja, menyediakan diri untuk dibaptis
  2. Tahun 70 Bait Allah dihacnurkan Titus, Yahudi bingung, sgt tergantung BA
  3. Penganiayaan selama 3 abad oleh bangsa Roma (paganisme)
  4. Abad 4 (313 M), Kaisar Constantine dibaptis
  5. Masa keemasan Gereja berkembang dalam budaya Roma
  6. Abad 11 Gereja pisah menjadi Ritus Barat (Katolik Roma yg bepusat di Vatikan) serta Ritus Timur (Gereja Orthodoks yang berpusat di Aleksandria, sekarang di Russia)
  7. Gereja Inggris memisahkan diri dari Roma -> Gereja Anglikan, oleh Raja Henry VIII
  8. Reformasi Protestan dimulai oleh Martin Luther

Reformasi Protestan

Yang ditolak Martin Luther

  1. Indulgensi: surat pembebasan dosa yagn dijual untuk membangun gereja
  2. Terlalu memuja Bunda Maria, devosi, peziarahan meningkat daripada kepada Allah (Yesus) itu sendiri -> sebelumnya banyak yang pagan, jadi mengenal dewa-dewi
  3. Para klerus (pemimpin Gereja) hidup pribadinya tidak menjadi teladan
  4. Banyak simbol yang dijadikan jimat atau ilah-ilah

Luther & Calvin tadinya mau membangun Gereja besar tap ternyata pandangnnya berbeda

2. Ajaran

Ciri-ciri Gereja Kristen Protestan:

  • Sumber iman hanya dari Alkitab
  • Memisahkan diri dari Roma dan membangu Gereja denagn cara masing-masing
  • Gereja harus didaftarkan dan diawasi PGI

Sumber Iman Katolik:

  • Alkitab
  • Tradisi (dari Rasul)
    • Santo-santa, sakramen, api penyucian
    • Ajaran/dogma = dari Gereja itu sendiri misal: Konsili Vatikan II

7 Sakramen

  • Sakramen Baptis
  • Sakramen Tobat
  • Sakramen Ekaristi
  • Sakramen Penguatan
  • Sakramen Pernikahan
  • Sakramen Imamat
  • Sakramen Perminyakan

3. Organisasi

 Gereja Katolik Roma

  1. Paus: pemimpin Gereja & Vatikan, dipilih dalam konklaf
  2. Kardinal: pejabat senior
  3. Uskup Agung: koordinator
  4. Uskup: mengelapai keuskupan
  5. Imam (Paroki)
  6. Wilayah
  7. Lingkungan

Panggilan Hidup

  1. Rohaniwan: Tidak semua rohaniwan itu biarawan (misal pastor diosesan)a
  2. Biarawan: kaul kemiskinan, selibat, ketaatan
  3. Awam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s