Biology: Vegetative Propagation (Chp 1.2)

continued from before….

C. Vegetative Propagation Of Plants

The advantages: all year round, parent plan can absorb water from wide area, dis: but it tends to produce a dense clump of plant that compete

onion-bulb

C.1 Natural

1. Bulbs (umbi lapis):

  • very short stems with closely packed leaves arranged in concentric circles around stem.
  • Swollen leaves to store food, pada dasar umbi terdapat batang yang disebut cakram dan ditutupi daun sisik.
  • E.g Onion

2. Corms (kormus):

  • Short stem, the stem swells and stores food.
  • Circular leaves form papery scalescolocasia-corm

3. Rhizome (rhizom atau rimpang atau akar tinggal):ginger-rhizome

  • Stems which grow horizontally under the ground.
  • (daun sisik) papery scales, have nodes and internodes
  • e.g kunyit (cumin), temulawak, jahe (ginger), lengkuas

4. Runners (geragih, stolon)

stolon-in-strawberry-and-colocasia

  • Horizontal stems growing from the parent plant, but they grow above ground; when the terminal buds touch the ground, they take roots and produce new plants
  • E.g strawberry, blueberrytuber-in-potato

5. Stem Tubers (umbi batang)

  • E.g potato, singkong (cassava)
  • Lateral buds (‘eyes’) produce shoots from underground swelled stems with tiny scale leaves

6. Root Tubers (umbi akar)

607-1-00-RootTuber

  • Akar yang menggembung dan berisi cadangan makanaan, menanam bagian yang ada batangnya (mengandung tunas)
  • E.g wortel, lobak, umbi bunga dahlia

7. Suckers (tunas)

pisang copy

  • Shoots arising from lateral buds below ground for a short distance
  • Slender, leafy shoots, frowing form the ground, draws food from parent
  • E.g banana, tebu, bambu

8. Tunas adventif

1302942850

  • Tumbuh di ujung daun, bukan di ketiak dawun atau ujung batang
  • Cocor bebek, kersen, cemara, sukun, kesemek

C.2 Artificial

C.2.1 Tissue Culture (Kultur jaringan)

http://herryosborn.wordpress.com/apa-itu-kultur-jaringan/

  • Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap.
  • Keunggulan: mempunyai sifat yang identik dengan induknya, dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga  tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas, mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat, kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional
  • Kekurangan:
    • Memerlukan biaya besar karena harus dilakukan di dalam laboratorium dan menggunakan bahan kimia.
    • Memerlukan keahlian khusus.
    • Memerlukan aklimatisasi ke lingkungan eksternal karena tanaman hasil kultur biasanya berukuran kecil dan bersifat aseptik serta sudah terbiasa berada di tempat yang mempunyai kelembapan udara tinggi
    • Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah:
  1. Pembuatan mediatissue-culture-process
  2. Inisiasi
  3. Sterilisasi
  4. Multiplikasi
  5. Pengakaran
  6. Aklimatisasi

Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin, dan hormon.  Selain itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lain-lain.  Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan.  Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca.  Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf.

Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah tunas.

Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan.

Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan. Tabung reaksi yang telah ditanami ekplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.

Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik.

B.2.2 Others

artificial 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s